Sakit Kuning pada Bayi

Jaundice adalah warna kekuningan yang didapatkan pada kulit dan lapisan mukosa (seperti bagian putih mata) sebagian bayi baru lahir.1 Dalam bahasa Indonesia hal ini lebih sering disebut sebagai ‘bayi kuning’ saja. Istilah lain yang kadang digunakan adalah ikterik. Hal ini dapat terjadi pada bayi dengan warna kulit apapun.2  

Bagaimana jaundice terjadi?

 

Warna kekuningan terjadi karena penumpukan zat kimia yang disebut bilirubin.2 Sel darah merah manusia memiliki waktu hidup tertentu. Setelah waktu hidupnya selesai, sel darah merah akan diuraikan menjadi beberapa zat, salah satunya bilirubin.1 Bilirubin ini akan diproses lebih lanjut oleh hati untuk kemudian dibuang sebagai empedu. Pada janin, tugas tersebut dapat dilakukan oleh hati ibu.2 Setelah lahir, tugas tersebut harus dilakukan sendiri oleh hati bayi yang belum cukup siap untuk memproses begitu banyak bilirubin sehingga terjadilah penumpukan bilirubin.1  
  

Apakah jaundice berbahaya?

Sebagian besar jaundice tidak berbahaya. Namun pada situasi tertentu di mana kadar bilirubin menjadi sangat tinggi, kerusakan otak dapat terjadi.2 Hal ini terjadi karena walaupun secara normal bilirubin tidak dapat melewati pembatas jaringan otak dan aliran darah, pada kadar yang sangat tinggi pembatas tersebut dapat ditembus sehingga bilirubin meracuni jaringan otak.3 Keadaan akut pada minggu-minggu awal pasca kelahiran di mana terjadi gangguan otak karena keracunan bilirubin ini disebut sebagai ‘acute bilirubin encephalopathy’.4 Bila keadaan tersebut tidak diatasi, kerusakan otak dapat berlanjut menjadi kronik dan permanen menjadi suatu kondisi yang disebut ‘kernicterus’. Inilah alasan mengapa bayi baru lahir harus diperiksa dengan teliti untuk menilai ada tidaknya jaundice dan ditangani secara tepat jika ditemukan adanya jaundice.2
Bilirubin juga dapat menjadi sangat tinggi pada infeksi yang berat, penyakit hemolisis autoimun (penghancuran sel darah merah oleh sistem kekebalan tubuh sendiri), atau kekurangan enzim tertentu. 

Bagaimana penilaian jaundice dilakukan?

 

Penilaian jaundice dilakukan pada bayi baru lahir berbarengan dengan pemantauan tanda-tanda vital (detak jantung, pernapasan, suhu) bayi, minimal setiap 8-12 jam.4 Salah satu tanda jaundice adalah tidak segera kembalinya warna kulit setelah penekanan dengan jari. Cara menilai jaundice membutuhkan cahaya yang cukup, misalnya dengan kadar terang siang hari atau dengan cahaya fluorescent.2 Jaundice umumnya mulai terlihat dari wajah, kemudian dada, perut, lengan, dan kaki seiring dengan peningkatan kadar bilirubin. Bagian putih mata juga dapat tampak kuning. Jaundice lebih sulit dinilai pada bayi dengan warna kulit gelap. Karena itu penilaian jaundice tidak dapat hanya didasarkan pada pengamatan visual. Jika ditemukan tanda jaundice pada 24 jam pertama setelah lahir, pemeriksaan kadar bilirubin harus dilakukan. Demikian pula jika jaundice tampak terlalu berat untuk usia tertentu bayi atau ada keraguan mengenai beratnya jaundice dari pengamatan visual.
Pemeriksaan kadar bilirubin dapat dilakukan melalui kulit (TcB: Transcutaneus Bilirubin) atau dengan darah (TSB: Total Serum Bilirubin).4 Kadar bilirubin yang diperoleh dari pemeriksaan ini dapat menggambarkan besar kecilnya risiko yang dihadapi si bayi, seperti terilustrasikan pada nomogram 1.

Bagaimana membedakan berbagai jenis jaundice?

 

Jaundice fisiologis (normal) dapat terjadi pada 50% bayi baru lahir.5 Tipe jaundice ini umumnya diawali pada usia 2-3 hari, memuncak pada hari 4-5, dan menghilang dengan sendirinya pada usia 2 minggu.
Jaundice karena ketidakcocokan rhesus atau golongan darah ibu dan bayi umumnya terjadi dalam 24 jam pertama setelah lahir.5 Tipe jaundice ini memiliki risiko besar untuk mencapai kadar bilirubin yang sangat tinggi. 
Ketidakcocokan rhesus ibu dan janin dapat terjadi jika ibu memiliki rhesus negatif sementara si janin memiliki rhesus positif. Di Indonesia, hal ini relatif jarang terjadi karena sebagian besar penduduk Indonesia memiliki rhesus positif. Di negara dengan proporsi rhesus negatif yang relatif besar, beberapa pemeriksaan dilakukan untuk mempersiapkan ibu dan bayi menghadapi kemungkinan ketidakcocokan rhesus. Setiap ibu hamil menjalani pemeriksaan golongan darah dan tipe rhesus.4 Jika pemeriksaan tersebut tidak dilakukan dalam kehamilan atau jika ibu memiliki rhesus negatif, maka saat kelahiran dilakukan pemeriksaan pada darah bayi untuk mengetahui golongan darah, rhesus, dan ada tidaknya antibodi yang dapat menyerang sel darah merah bayi. 
 

Apakah ASI berhubungan dengan jaundice?

Jaundice lebih sering terjadi pada bayi yang memperoleh ASI dibanding bayi yang memperoleh susu formula. Ada dua macam jaundice yang dapat terjadi sehubungan dengan ASI:

  • Breastfeeding jaundice (5-10% bayi baru lahir)5: Hal ini terjadi pada minggu pertama setelah lahir pada bayi yang tidak memperoleh cukup ASI.6 Bilirubin akan dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk empedu yang dialirkan ke usus. Selain itu, empedu dapat terurai menjadi bilirubin di usus besar untuk kemudian diserap kembali oleh tubuh. Jika bayi tidak memperoleh cukup ASI, gerakan usus tidak banyak terpacu sehingga tidak banyak bilirubin yang dapat dikeluarkan sebagai empedu. Dan bayi yang tidak memperoleh cukup ASI tidak mengalami buang air besar yang cukup sering sehingga bilirubin hasil penguraian empedu akan tertahan di usus besar dan diserap kembali oleh tubuh.7 Selain itu kolostrum yang banyak terkandung pada ASI di hari-hari awal setelah persalinan memicu gerakan usus dan BAB. Karena itu, jika Anda menyusui, Anda harus melakukannya minimal 8-12 kali per hari dalam beberapa hari pertama.4 Dan penting untuk diperhatikan bahwa tidak pernah ada alasan untuk memberikan air atau air gula pada bayi untuk mencegah kenaikan bilirubin.

      Untuk menilai apakah bayi telah memperoleh asupan ASI yang cukup, ada beberapa hal yang dapat diperhatikan:4

  •  
    • Bayi yang memperoleh ASI tanpa suplemen apapun akan mengalami berkurangnya berat badan maksimal (< 10% berat lahir) pada usia 3 hari. Jika berat badan bayi berkurang ≥ 10% berat lahir pada hari ketiga, kecukupan ASI harus dievaluasi.
    • Bayi yang memperoleh cukup ASI akan BAK dengan membasahi seluruh popoknya 4-6 kali per hari dan BAB 3-4 kali pada usia 4 hari. Pada usia 3-4 hari, feses bayi harus telah berubah dari mekonium (warna gelap) menjadi kekuningan dengan tekstur lunak.   
  • Breastmilk jaundice (1% bayi baru lahir): Hal ini terjadi dalam akhir minggu pertama atau awal minggu kedua setelah lahir.6 Sebagian kecil ibu memiliki suatu zat dalam ASI mereka yang dapat menghambat pengolahan bilirubin oleh hati.6,7 Keadaan ini tidak memerlukan penghentian pemberian ASI karena tipe jaundice ini ringan dan sama sekali tidak pernah menimbulkan kernicterus atau bahaya lainnya. Tipe jaundice ini hanya memiliki sedikit sekali kenaikan bilirubin dan akan menghilang seiring dengan makin matangnya fungsi hati bayi pada usia 3-10 minggu. Secara umum, jaundice karena sebab apapun tidak pernah merupakan alasan untuk menghentikan pemberian ASI.   

Kapan bayi harus diperiksa setelah meninggalkan RS/RB?

 

Sebelum meninggalkan RS/RB, risiko bayi mengalami hiperbilirubinemia harus dinilai. Penilaian ini oleh American Academy of Pediatrics disarankan dengan melakukan pengukuran kadar bilirubin (TSB atau TcB), penilaian faktor risiko, atau keduanya. Yang merupakan faktor risiko adalah:4

Faktor risiko mayor:

  • TSB atau TcB di high-risk zone
  • Jaundice dalam 24 jam pertama
  • Ketidakcocokan golongan darah atau rhesus
  • Penyakit hemolisis (penghancuran sel darah merah), misal: defisiensi G6PD yang dibutuhkan sel darah merah untuk dapat berfungsi normal
  • Usia gestasi 35-36 minggu
  • Riwayat terapi cahaya pada saudara kandung
  • Memar yang cukup berat berhubungan dengan proses kelahiran, misal: pada kelahiran yang dibantu vakum
  • Pemberian ASI eksklusif yang tidak efektif sehingga tidak mencukupi kebutuhan bayi, ditandai dengan penurunan berat badan yang berlebihan
  • Ras Asia Timur, misal: Jepang, Korea, Cina

Faktor risiko minor:

  • TSB atau TcB di high intermediate-risk zone
  • Usia gestasi 37-38 minggu
  • Jaundice tampak sebelum meninggalkan RS/RB
  • Riwayat jaundice pada saudara sekandung
  • Bayi besar dari ibu yang diabetik
  • Usia ibu ≥ 25 tahun
  • Bayi laki-laki

Jika tidak ditemukan satu pun faktor risiko, risiko jaundice pada bayi sangat rendah.
Pemeriksaan bayi pertama kali setelah meninggalkan RS/RB adalah pada usia 3-5 hari karena pada usia inilah umumnya bayi memiliki kadar bilirubin tertinggi.4 Secara detail, jadwal pemeriksaan bayi setelah meninggalkan RS/RB adalah sebagai berikut:

  • Jika bayi meninggalkan RS/RB < usia 24 jam à pemeriksaan pada usia 72 jam (3 hari)
  • Jika bayi meninggalkan RS/RB pada usia antara 24 – 47,9 jam à pemeriksaan pada usia 96 jam (4 hari)
  • Jika bayi meninggalkan RS/RB pada usia antara 48 – 72 jam à pemeriksaan pada usia 120 jam (5 hari)

Pemeriksaan yang dilakukan harus meliputi:4

  • Berat badan bayi dan perubahan dari berat lahir
  • Kecukupan asupan ASI/susu formula
  • Pola BAK dan BAB
  • Ada tidaknya jaundice

Jika ada keraguan mengenai penilaian derajat jaundice, pemeriksaan kadar bilirubin harus dilakukan.4 Jika ada satu atau lebih faktor risiko, pemeriksaan setelah meninggalkan RS/RB dapat dilakukan lebih awal.
Selain pemeriksaan kadar bilirubin, penyebab jaundice juga harus dicari.4 Misalnya dengan memeriksa kadar bilirubin terkonjugasi dan tidak terkonjugasi, melakukan urinalisis dan kultur urin jika yang meningkat terutama adalah kadar bilirubin terkonjugasi, melakukan pengukuran kadar enzim tertentu jika ada riwayat serupa dalam keluarga atau bayi menunjukkan tanda-tanda spesifik.

Bagaimana jaundice ditangani?

 

Sebagian besar jaundice adalah keadaan fisiologis yang tidak membutuhkan penanganan khusus selain dilanjutkannya pemberian ASI yang cukup. Namun pada keadaan tertentu, jaundice memerlukan terapi khusus yaitu terapi cahaya atau exchange transfusion.

Terapi cahaya

Perlu tidaknya terapi cahaya ditentukan dari kadar bilirubin, usia gestasi (kehamilan) saat bayi lahir, usia bayi saat jaundice dinilai, dan faktor risiko lain yang dimiliki bayi, seperti digambarkan pada grafik 2.4

 

Beberapa faktor risiko yang penting adalah

  • Penyakit hemolisis autoimun (penghancuran sel darah merah oleh sistem kekebalan tubuh sendiri)
  • Kekurangan enzim G6PD yang dibutuhkan sel darah merah untuk berfungsi normal
  • Kekurangan oksigen
  • Kondisi lemah/tidak responsif
  • Tidak stabilnya suhu tubuh
  • Sepsis (keadaan infeksi berat di mana bakteri telah menyebar ke seluruh tubuh)
  • Gangguan keasaman darah
  • Kadar albumin (salah satu protein tubuh) < 3.0 g/dL

Pada bayi yang menerima ASI yang harus menjalani terapi cahaya, pemberian ASI dianjurkan untuk tetap dilakukan. Namun ASI juga dapat dihentikan sementara untuk menurunkan kadar bilirubin dan meningkatkan efek terapi cahaya.
Selama terapi cahaya, beberapa hal ini perlu diperhatikan:

  • Pemberian ASI atau susu formula setiap 2-3 jam
  • Jika TSB ≥25 mg/dL, ulangi pengukuran dalam 2-3 jam
  • Jika TSB 20–25 mg/dL, ulangi pengukuran dalam 3-4 jam
  • Jika TSB <20 mg/dL, ulangi pengukuran dalam 4-6 jam
  • Jika TSB terus menurun, ulangi pengukuran dalam 8-12 jam
  • Jika TSB tidak menurun atau meningkat menuju batas perlunya exchange transfusion, pertimbangkan exchange transfusion

Pada penyakit hemolisis autoimun, pemberian {gamma}-globulin (gamma globulin) direkomendasikan jika TSB tetap meningkat dengan terapi cahaya atau TSB berada 2-3 mg/dL dari batas perlunya exchange transfusion. Pemberian ini dapat diulangi dalam 12 jam. Pemberian {gamma}-globulin dapat menghindari perlunya exchange transfusion pada bayi dengan ketidakcocokan rhesus atau golongan darah.  
Penghentian terapi cahaya ditentukan oleh usia bayi saat dimulainya terapi tersebut, kadar bilirubin, dan penyebab jaundice. Pada bayi yang diterapi cahaya setelah sempat dipulangkan dari RS/RB pasca kelahiran, terapi cahaya umumnya dihentikan jika kadar bilirubin sudah di bawah 13-14 mg/dl. Pengukuran ulang bilirubin setelah 24 jam penghentian terapi direkomendasikan terutama pada bayi dengan penyakit hemolisis atau bayi yang menyelesaikan terapi cahaya sebelum usia 3-4 hari. 

Exchange transfusion

Penanganan khusus lainnya yang mungkin diperlukan pada bayi dengan jaundice adalah exchange transfusion. Exchange transfusion adalah tindakan di mana darah pasien diambil sedikit demi sedikit dengan meningkatkan volume pengambilan pada setiap siklusnya, untuk kemudian digantikan dengan darah transfusi dengan jumlah yang sama. Panduan exchange transfusion ini dapat dilihat pada grafik 3.

Cara membaca kurva pada grafik ini sama dengan kurva pada grafik panduan terapi cahaya. Exchange transfusion dilakukan dengan segera pada bayi dengan gejala ’acute bilirubin encephalopathy’ seperti meningkatnya ketegangan otot, meregangnya bayi dengan posisi seperti busur, demam, tangisan dengan nada tinggi, atau jika TSB ≥ 5 mg/dl di atas kurva yang sesuai.
Jika kadar TSB berada pada level di mana exchange transfusion dibutuhkan atau ≥ 25 mg/dl, hal ini adalah keadaan gawat darurat dan harus segera ditangani.  
(NIH)

Sumber

dr. Nurul Itqiyah H

diambil dari (http://www.sehatgroup.web.id/guidelines/isiGuide.asp?guideID=14)

About these ads

27 Tanggapan

  1. thanks, ini menjawab pertanyaan saya ttg apa sakit kuning itu. Bayi saya sempat divonis sakit kuning, tp hasil lab negative jadi boleh pulang

  2. [...] dengan berat 3300 gr dan panjang 48 cm, sempat divonis sakit kuning, karena dia bergolongan darah B sesuai golongan darah saya dan ibunya O. Menurut dokter spesialis [...]

  3. wah sayangnya di lab rsud merauke kesulitan menganalisa bilirubin karena kehabisan reagent nya

  4. bayi saya sakit kuning. sekarang lagi disinar. trims untuk infonya.

  5. saya ingin sekali mendapat jawapan, bagaimana ya kalau baby nya sudah melebihi usia satu bulan tapi masih dikatakan “kuning”

    Terima kasih

  6. bayi saya dikatakan mengalami slight jaundice 2 hari lepas dan diarahkan supaya rujuk ke Klinik Kesihatan terdekat. saya agak keliru dan ingin mengetahui berapakah tahap A.O.B pada darah bayi yang mengalami sakit kuning?

  7. Sedih kalau inget waktu bima kena sakit kuning dan harus di sinari dengan mata ditutup. Tapi bahagia melihat dia tertawa sekarang. Thanks god.

  8. [...] Sakit Kuning pada Bayi ≥ 10% berat lahir pada hari ketiga, kecukupan ASI harus dievaluasi. ≥ 25 … [...]

  9. [...] Sakit Kuning pada Bayi Posted on Agustus 16, 2008 by [...]

  10. terimakasih banyak untuk infonya, sangat membantu. bayi kami baru usia 1 minggu dan kadar bilirubin naik hingga 18. saya sempat bingung dan panik karena tidak tega melihat bayi kecil itu harus terus menerus di ambil darah dan cek bili.
    syukurlah informasi ini amat sangat membantu.

    many thanks and be blessed :)

    ellia-

  11. bayi saya usia 6 hari,dan di vonis sakit kuning kasian sekali melihat bayi kecil itu di ambil darah dan di sinar apalagi mendengar tangisannya,ga tega. thanks atas semua infonya

  12. bayi saya usia 8 hari, 24 jam setelah lahir vonis bilirubin 15, trus dilakukan penyinaran 2 hari kadar menjadi 9. usia 6 hari dicek lagi bilirubi menjadi 12, kira2 bermasalah tidak ya sekarang…jadi was2….

  13. Bayi saya sakit kuning disertai panas dan di rawat di RSUD haryoto lumajang,setelah dirujuk bidan dr daerah saya,lahir mlm senin jam 9,25,pagi km bw pulang,terus selasa siang panas,sorenya turun ,rabu pagi,periksa ke bidan dan dirujuk ke RSUD Lmjg,masuk ruang perawatan jam 8 pg,yang saya tanyakan kapan bayi saya boleh pulang,bagaimana caranya agar bayi saya bisa di rawat di rumah saja,karena ini faktor keadaan , jarak,pekerjaan saya,mohon sarannya ? trims

  14. makasih atas infonya,,,cuman saya bingung aja,,ciri-ciri dari penyakit kuning pada bayi secara jelas tampak visual dari BAB dan BAK nya bagaimana?apakah BAB ?BAK nya berwarna putih atau Kuning?..
    terima kasih saran dan infonya

  15. kalo baby 1 bulan masi kuning bagaimana y??

  16. cucu saya kena sakit kuning sekarang umurnya sudah 1 bln tapi masih kuning dan terakhir di cek pd usia 3 minggu 11,4 apakah itu akan berbahaya bagi otaknya dan sampai max usia brp bayi bisa kena sakit kuning , selain dijemur adakah tindakan lain yg dpt mengurangi kunignya, tirms mohon dibalas

  17. yg sy tau bilirubin bayi makin lama makin berkurang seiring dgn makin optimalnya fungsi liver bayi (kecuali kalo ada riwayat lain, misal hepatitis dari ibunya), kalo kuningnya tdk turun2 coba disinar dgn blue light (sinar biru) biasanya ada di RS atau klinik bersalin soanya kalo dgn sinar matahari hanya terbatas pagi sj, kalo dg blue light bisa terus menerus. bisa juga dgn pemberian obat yg bertujuan utk mengikat bilirubin spy bisa terbuang lewat urin/tinja.

  18. BAYI SAKIT KUNING
    Neonatal jaundice adalah keadaan yang sangat kerap berlaku pada bayi yang baru lahir. Dianggarkan lebih daripada 50% bayi mengalami keadaan ini. Jaune’ dalam bahasa Perancis bermakna kuning.

    Tanda-tanda. Sakit kuning ini dapat dilihat tanda-tandanya dengan melihat warna kulit bayi yang menjadi kuning. Selain daripada itu, mata putih bayi kelihatan agak kuning juga. Selalunya ia bermula pada hari kedua dan ketiga dan menjadi paling buruk pada hari keempat. Kebanyakannya hilang dalam masa 10 hari.

    Kenapa ini berlaku . Sakit kuning ini disebabkan oleh bahan kumuhan sel darah merah yang dinamakan bilirubin. Bilirubin berwarna kuning. Semasa dalam kandungan, bahan kumuhan bayi dibuang melalui placenta (tali perut) ibu. Setelah seseorang bayi itu dilahirkan, fungsi-fungi badannya bergantung kepada hati (liver) bayi tersebut. Hati penting untuk membuang bahan-bahan toksik, kumuhan dsb. Hati bayi yang baru lahir tidak sempurna sepenuhnya. Oleh itu, pembuangan bilirubin tidak secekap orang yang sudah besar. Hasilnya, bilirubin ini berkumpul di dalam badan bayi dan inilah yang menyebabkan sakit kuning ini.

    Adakah ia merbahaya. Selalunya keadaan ini tidak merbahaya dan ia akan sembuh. Bagaimanapun sekiranya ia semakin teruk atau tidak sembuh, rawatan lanjut adalah diperlukan segera. Ia dapat dikenalpasti sekiranya warna kuning kulit tidak baik selepas beberapa hari atau paling lama dua minggu. Antara tanda lain ialah bila sakit kuning ini semakin merebak dari bahagian kepala ke bahagian-bahagian badan yang lain. Ini mungkin terjadi bila bilirubin semakin banyak dihasilkan dan pembuangannya dari sistem badan lambat. Sekiranya ini terjadi, paras bilirubin di dalam badan akan meningkat ke tahap toksik dan boleh menyebabkan kerosakan pada sel otak.

    Rawatan penyembuhan. Dengan mengunakan PERUBATAN ELEKTRONIK (NT JAUNDICE) dan ECPI dapat mencepatkan pemulihan hati dan seterusnya Bilirubin berwarna kuning iaitu bahan kumuhan bayi dibuang melalui pembuangan najis (kencing, pembuangan air besar, dan tahi mata)
    http://www.sakitkuningjaundice.blogspot.com
    helpline:+6012 3883660

  19. bayi saya pd usia 14 hari di vonis dokter harus dirawat karna billirubinnya 11.. Tp keluarga memberi saran untuk coba dirawat di rumah dengan sesering mungkin memberikan asi, di jemur panas matahari pagi dan disinari lampu hangat.. Skrg kuning dimatanya sudah berangsur 2 hilang bahkan sudah putih kembali.. Bak dan bab nya lancar2 aja. Lebih dari 4 kali/hari…Apakah itu pertanda sakit kuningnya sudah hilang? Dan apakah beresiko tinggi atas tindakan saya untuk merawatnya dirumah saja? Mohon penjelasannya saya sangat khawatir..

  20. anaku sedang di blue light skr,,sangat khawatir n tidak tega tentunya melihat si mungil harus ditutup matanya dan mendengar tangisannya saat menjalani blue light.makasih infonya,membuat saya sedikit lebih tenang….

  21. wah thanks ya infonya, kebetulan adik kembar saya sedikit agak kuning, jadi tau sedikit ilmunya hahaha

  22. suwun infonipun

  23. Bisa ditambahkan dan kirimkan artikel-artike terbaru ke Email saya ?

  24. siph keterangannya sangat bisa dinikmati dalam memahaminya. Ini sudah 4 hari bayi saya disinar. Mudah2an segera normal kondisi kesehatannya.

  25. Thanks infonya, akhirnya sy dpt penjelasan yg memuaskan, dibanding dsa nya sendiri.

  26. Dok mohon pencerahannya.
    Usia bayiku sudah 41 hari. Tapi masih terlihat kuning. Padahal kami sudah menjalani terapi sinar biru selama 8 hari di RS, bayiku Minum asinya juga bagus, kemudian tiap pagi hari saya jemur dia hampir 1 jam lamanya.
    Tapi warna kuningnya malah makin terlihat jelas.
    Apakah benar penyebabnya karena pakaian yang dipakainya ketika dicuci menggunakan pewangi pakaian.?
    Obat atau makanan apa yang harus saya/bayi saya konsumsi untuk membantu menurunkan kadar bilirubinnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: