Membantu anak kesulitan membaca

Sebagian besar anak mempunyai imajinasi yang sangat tinggi sebelum
mencapai usia 7-8 tahun.Mereka punya kemampuan merubah sesuatu benda
seperti korek api dengan menggunakan fantasi ,menjadi mobil,rumah, gitar
dll.Pada saat menatap awan yang melingkar-lingkar di langit,mereka
melihat pemandangan yg mengagumkan dan mampu mengarang cerita khayal.

Sayangnya ,dunia imajinatif yang kaya ini mulai memudar pada saat
anak-anak masuk sekolah.Ini disebabkan adanya tuntutan cara berpikir yg
tdk menggunakan imajinasi.

Boleh dikatakan,penggunaan imajinasi disekolah
hanya sedikit.Guru tdk mendukung jawaban yang berdasarkan fantasi.
Kalau ingin mengembangkan imajinasi anak sebaiknya dia dilatih pelajaran
seni dan menulis kreatif.Mata pelajaran ini cenderung dihilangkan atau
mendapat porsi yg minim dari sekolah.

Penyebab berbagai kasus seperti kesulitan membaca(Learning disability
)atau’disleksia’ banyak diakibatkan karena terhentinya proses transisi
dari lmage ke simbol yg seharusnya terjadi secara alami.Anak-anak yang
memiliki kecerdasan spasial,yang berbakat pengalaman imajinatif,pada
saat masuk sekolah menjadi merasa terasing,karena tdk biasa dgn berbagai
simbol dan sandi tak bermakna.Karena tdk ada yg memanfaatkan imajinasi
anak,maka potensi ini akan padam. Sang anak yang yg berpotensi sebagai
visioner kreatif berubah menjadi pelamun.

Bagaimana cara untuk menjembatani jurang antara image dan simbol demi
menyuburkan imajinasi anak?
Untuk memperkenalkan ‘kata dan huruf’ gunakan gambar dan
image.Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar murid kelas satu
melihat abjad dengan bagian belakang sisi kanan otak yaitu tempat
diprosesnya kecerdasan spasial seseorang.Mereka melihat angka sebagai
gambar.Huruf “A” merupakan sepasang garis miring dengan satu garis
horisontal di tengah atau gambar puncak gunung.Namun dikelas berikutnya
anak-anak mulai menggeser persepsi mereka terhadap huruf kebagian
auditory-linguistik otak sebelah kiri dan belajar melihat huruf”A”
sebagai sebuah simbol abstrak yg diasosiasikan dengan kelompok
‘bunyi’.Beberapa anak tdk melakukan pergeseran ini.Karena melihat huruf
sebagai gambar atau simbol spasial.Mereka tdk begitu menghiraukan
masalah arah.Karena gambar seekor kuda tetap merupakan gambar se- ekor
kuda kemanapun hidung kuda ini menghadap-entah disisi kanan atau
kiri.Meskipun dijungkir balikkan,gambar kuda itu takkan berubah.

Dari sudut pandang anak dengan bakat spasial yang tinggi,semakin banyak
perspektif yg berlainan yang bisa diperolehnya. Pengetahuannya semakin
kaya dg subjek itu.Pikiran” Tiga dimensi” ini merupakan aset ketika anak
sedang merancang bangunan,memperbaik i mesin,atau bekerja sebagai ahli
pahat.Meskipun demikian,ketika seorang anak yg kecerdasan spasialnya
tinggi bertemu dgn simbol2 linguistik di ruang kelas,maka kecerdasannya
yang mengagumkan akan terbentur masalah serius.Sebagai contoh:Jika ia
melihat huruf’b’ kecil dan ingin memutarnya dalam pikirannya,huruf itu
berubah menjadi’d’ atau bahkan ‘p’ atau ‘q’.Hal ini bisa sangat
membingungkan.

Orangtua dan guru melihat si anak membalik huruf dalam pelajaran membaca
dan menulis,bukannya memberikan perhatian pada kecerdasan spasialnya
yang tinggi.Mereka malah kuatir akan kemampuan si anak dan membebani
anak lagi utk ikut test kemampuan.
Anak demikian sering diberikan label”menderita disleksia” atau
LD(Learning Disabled). Semua orang melihat pada apa yang “salah” dengan
anak aini dan bukannya mensyukuri bakat spasialnya yang mengagumkan.

Untuk memperkenalkan huruf S ,ceritakan sebuah kisah ttg ular.Biarkan
mereka membuat gambar ular.Tunjukkan bhw bunyi yg dikeluarkan sssss
adalah bunyi S juga.Untuk memperkenalkan ke 25 huruf,anda dapat
menggunakan gambar.Untuk memulainya lihatlah buku “Alphabatics oleh Suse
MacDonald.
Umpamanya..gambarla h kata hujan dengan butiran menetes,atau kata
matahari dengan sinar kuning disekelilingnya. Tulislah kata pendek dalam
bentuk pipih dan gemuk dgn huruf2 yg sangat tebal.Teknik ini digunakan
kepada anak2 yang kesulitan membaca.Semoga berguna.

Satu Tanggapan

  1. hehe… menikah aja belom udah belajar punya anak🙂
    gak papa ah…
    persiapan… ngajarin baca😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: