Bolehkah menggunakan baby walker?

Dari tulisan Dr. Ika Fitriana

Dina saat ini berusia 9 bulan dan sudah bisa berdiri, bahkan mulai berjalan berpegangan. Gerakannya yang makin lincah dan keinginannya berjalan ke sana-kemari membuat orang kelelahan menjaga.Sepertinya menggunakan baby walker merupakan saat yang tepat, namun amankah untuk anak?
Memakai baby walker untuk bayi yang sedang belajar berjalan sebenarnya telah menjadi “tradisi” sejak –setidaknya- pertengahan tahun 1600-an, dan baru dua dekade belakangan, para ahli menemukan bahwa bahayanya jauh melebihi keuntungannya. Di negara maju, diperkirakan 25.000 anak per tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat akibat kecelakaan yang berkaitan dengan baby walker. Tentunya timbul pertanyaan, mengapa demikian?

Penyebab kecelakaan tertinggi

Di antara seluruh produk untuk bayi, baby walker menuruti peringkat pertama penyebab kecelakaan pada anak kecil dengan angka cukup signifikan. Bahkan, tak main-main, sebuah penelitian pada 271 anak yang celaka akibat baby walker, 96%-nya terjadi akibat anak jatuh dari tangga saat ia memakai baby walker-nya. Kasus yang lain yang pernah dilaporkan adalah jari terjepit, tersandung, luka bakar, ataupun menelan benda asing.
Pemakaian baby walker terbatas pada usia tertentu yaitu usia 5-15 bulan, ketika bayi sudah mulai duduk tegak namun belum dapat berjalan sendiri. Ini menyebabkan kecelakaan paling banyak terjadi pada usia tersebut.
Berikut hal-hal yang sering terjadi:
Jatuh. Ini yang paling banyak terjadi. Bayi bergerak dengan cepat, tersandung, dan baby walker terguling membuat ia terbentur benda keras atau jatuh ke lantai, lebih parah lagi bila jatuh ke tangga. Penelitian menunjukkan, 60-90% kecelakaan di tangga berhubungan denga baby walker. Banyaknya anak tangga berkorelasi dengan keparahan kecelakaan dan lantai yang keras di dasar tangga juga turut memperparahnya. Kepala adalah anggota tubuh yang paling sering terkena dibandingkan anggota tubuh lain.
Terbakar atau terluka. Dengan memakai baby walker, anak dimungkinkan meraih benda-benda di tempat lebih tinggi yang berbahaya untuk mereka seperti gelas berisi air panas, pisau, vas bunga dari kaca dan lain-lain. Posisi anak yang mendongak saat meraih benda menyebabkan kebanyakan kasus terjadi di daerah wajah dan kepala.
Gangguan Perkembangan dan baby walker. Banyak orang tua percaya baby walker dapat membantu anak mereka berjalan. Sesungguhnya ini tidak benar. Bahkan, fakta makin memperlihatkan baby walker malah memperlambat perkembangan anak.
Sebuah penelitian pada anak kembar menunjukkan anak yang diletakkan di baby walker mengalami gangguan motorik berjalan dibandingkan saudara kembarnya. Perhatikanlah, anak tanpa baby walker akan lebih bebas berguling, duduk dan berdiri, bergerak mengambil sesuatu, dan bermain di lantai yang merupakan dasar untuk belajar berjalan, ketimbang bergeser ke sana kemari dengan baby walker.

Pengawasan tak menjamin

“Saya selalu mengawasinya kok” atau “Saya menggunakan pagar di tangga, jadi anak tak mungkin jatuh,” ternyata tidak menjamin anak tak mengalami kecelakaan akibat baby walker. Dari sebagian besar kecelakaan jatuh dari tangga akibat baby walker, lebih dari setengahnya memiliki pagar di tangganya. Bisa dibayangkan, bayi dalam baby walker dapat bergerak satu meter perdetik, dan dengan usianya, ia belum memiliki kontrol terhadap kecepatan sehingga ketika kita lengah sedikit saja, si bayi yang aktif telah sampai di ujung ruangan dan terlepaslah ia dari jangkauan. Bahkan, dari 271 anak yang celaka akibat baby walker, 78%-nya sedang dalam pengawasan dengan 69%-nya diawasi oleh orang dewasa.
Bagaimana dengan tanda peringatan yang selalu ada di setiap kemasan produk tersebut? Dari studi yang sama, sebagian besar orang tua menyadari sebelumnya bahwa baby walker memang berpotensi menyebabkan kecelakaan, bahkan setelah kecelakaan terjadi, sebagian dari mereka ada yang memakai kembali baby walker pada anak yang sama atau pada adiknya dengan berbagai alasan, misalnya “si bayi tampak menyukainya”, atau “kecelakaan yang terjadi bukan karena baby walker-nya, tetapi karena kelengahan”, dan sebagainya. Sehingga, tanda peringatan tentang bahaya baby walker tidaklah efektif untuk mencegah kecelakaan yang bisa terjadi.

Jadi, bagaimana dong?

Meskipun di negara maju telah ada usaha untuk menyegel produksi atau penjualan produk baby walker, namun hal ini menjadi sulit karena dianggap belum cukup bukti. Selain itu, tak semua orang tua setuju dengan penyegelan ini sehingga muncullah alternatif produk serupa baby walker yang lebih aman. Misalnya, telah dipasarkan baby walker tanpa roda yang tetap membuat anak gembira karena ia tetap bisa berdiri, berputar, ataupun berjingkat. Dan yang jelas mengurangi risiko kecelakaan jatuh dari tangga akibat baby walker. Selain itu, banyak industri yang memodifikasi ukuran baby walker sehingga melebihi ukuran pintu standar, dengan harapan mengurangi angka kecelakaan. Namun, menurut Child Accident Prevention Trust, semua usaha ini belum terbukti menurunkan jumlah atau derajat keparahan kecelakaan yang terjadi. Jadi, pertimbangkan kembali sebelum memutuskan untuk menggunakan baby walker.
Referensi
1. Smith AG, Bowman MJ, Luria JW, Shilds BJ, Baby Walker-related injuries continue despite warning labels and public education. Pediatrics Vol.100 No.2 Agustus 1997.
2. Child Accident Prevention Trust. Baby Walker Factsheet, 2004. Tersedia dalam: www. capt.org.uk

mimimi shirt for baby

About these ads

34 Tanggapan

  1. Wuaduh….jadi ngeri nih baca bahayanya memakai baby walker. Padahal saya berencana utk membelikan annisa anak sy yg saat ini berusia 10 bln. Jadi bagaimana dong, sy kasian sama neneknya yg terus2an gendong dia kecapean, sedangkan sy wanita pekerja.

  2. sebenernya saya berencana menggunakan baby walker dengan alasan yang mungkin sama dengan yang lain yakni agar baby tdk sering digendong dan dia lebih banyak bergerak untuk meningkatkan motoriknya. tapi ternyata, saat mencoba menggunakan baby walker di tempat salah seorang keluarga baru 10 menit dan itu diawasi oleh kami kedua orang tuanya, dalam hitungan detik anak kami sudah siap terjun bebas karena ingin memegang sesuatu yang ada dikakinya. syukurlah semua dengan cepat diantisipasi. tapi sejak itu saya memutuskan untk tdk menggunakan baby walker hingga dia bisa berjalan sendiri.
    lebih baik capek dari pada anak celaka..

  3. yaaaa padahal saya sudah membelikan baby walker untuk azka putri saya umur 8bln dengan harapan azka bisa cepat belajar jalan. setelah baca ini jadi ngeri juga.

  4. sebenarnya saya sudah tau informasi tentang baby walker, kalau baby walker yang duduk itu tidak dibolehkan. Menurut informasi yang saya dapatkan, baby walker yang duduk bisa membuat kaki si anak jadi bengkok karna si anak harus setengah antar berdiri dengan duduk. Akhirnya saya membeli yang bisa didorong2 ( yang bisa jg dijadikan mobil2an). Tapi karna anak saya Faiq pernah terjatuh, saya dengan suami saya memutuskan membeli yang model duduk. Alhasil, tidak satupun yang mau digunakan oleh Faiq anak saya. Faiq lebih suka baby walker yang didorong itu dijadikan mobil2an. Sedangkan baby walker yang duduk cuman jadi hiasan aja.

  5. saya lg mikirn -mikir bli jg ya ?

  6. sy lg mikir-mikir bli jgn ya ?

  7. stuju tuh ama ria.jd ngeri, tp sy bth kayaknya buat flaira. dh 9 bln, maunya ngorondang kesana kemari…pegang ini..pegang itu…pake babywalker pas kayanya

  8. sebenarnya menggunakan baby walker tidak se ngeri yg dibayangkan…tadinya saya jg punya pikiran bahayanya menggunakan baby walker,namun karena ibu saya memaksa untuk menggunakannya karena tradisi org dulu mereka menggunakan baby walker,lalu saya beli jg..kegunaaNnya untuk aktivitas si kecil lebih banyak gerak dan asal dibawah pengawasan saya rasa tidak apa2

  9. saya liat di supermarket sekarang juga udah jarang dijual baby walker, jadi emang sebaiknya nggak dibeli aja ya? soalnya anak saya kemaren sempat mo dibeliin baby walker sama mertua saya, saya nggak izinin dulu…..karena membaca bahaya baby walker ini

  10. hmmm…..
    ngeri juga yah kalo baca artikel ini, tapi alhamdulillah bayi saya pake baby walker sejak umur 6 bulan gitu deh….dia sangat senang sekali, aktif lari kesana kemari…
    kita yang liat juga seruu….sekarang umurnya dah 8 bulan..alhamdulillah so far so good…
    tapi memang kalo dah semakin besar harus hati2….coz baby suka meliukkan badan n kepalanya ke belakang…

  11. Salam buat bayikita

    bayi saya usianya 6 bulan , sejak beberapa minggu lalu kami sering jalan 2 keluar rumah, tiap pagi dan sore jika cuaca tidak panas / hujan. tiap jalan saya selalu memakai gendongan bayi , bayi saya menghadap ke depan .. Amankah memakai gendongan bayi ?,

  12. tengkyu infonya :d

  13. suami saya juga mengatakan bahayanya baby walker dan kami tidak mau utk membelinya, tp ibu saya justru membelikan utk anak saya…jadi bingung :(
    solusi dr teman bilang kl sudah mau jalan jangan pk baby walker, anak saya baru 8 bln dan baru saja bisa duduk sendiri, ya sudah paling saya dudukan di baby walkernya tp tidak pk rodanya hanya diposisikan seperti ayunan, krn baby walker ini ada 2 fungsi pk roda dan ayunan(seperti kursi goyang gitu)..tapi kl dia sudah mau jalan pasti saya STOP… (masuk gudang) hehehe…

  14. Diambil dari website sebelah, http://myhealthblogging.com, mudah-mudahan bermanfaat

    Selamat sore, bunda…

    apa kabarnya hari ini? Saya baru saja membaca email yang isinya bagus untuk bahan pertimbangan orangtua, apalagi yang anak-anaknya baru belajar berjalan.

    BABY WALKER TIDAK MEMBUAT BAYI CEPAT BERJALAN

    Selain rentan kecelakaan, penggunaan baby walker juga diduga dapat mengakibatkan kelainan kaki.

    Berikut adalah petikan sebuah e-mail dari orang tua Indonesia yang tinggal di

    Australia: Di sini baby walker sangat tidak direkomendasi penggunaannya karena banyak kecelakaan terjadi akibat penggunaan yang tidak diawasi dengan ketat. Dengan tidak adanya rekomendasi tersebut, otomatis barang ini jadi langka. Kalaupun ada yang beli dan sampai terjadi kecelakaan, konsumen enggak bisa menyeret produsen ke pengadilan (ibaratnya sudah tahu bahayanya, kok masih dipakai.. yah salah sendiri). Lagi pula kalau si anak udah siap jalan, dia akan jalan kok… malah baby walker bikin anak menjadi malas untuk berjalan…. .

    Bunyi surat itu sangat pas mewakili kesadaran orang tua akan bahaya yang bisa ditimbulkan baby walker. Sayang, kesadaran orang tua di Indonesia akan keamanan baby walker yang kurang tampaknya masih minim. Nyatanya di sini baby walker masih saja digunakan, atau setidaknya produk ini masih banyak dijual di pasaran. Padahal, seperti dijelaskan dr. Karel A.L. Staa. M.D., dari Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta , kalau mau melirik kembali ke negara-negara barat, Amerika katakanlah, soal keamanan baby walker ini sudah menjadi ajang perdebatan seru sejak lama.

    Sampai-sampai, desain “alat bantu” belajar jalan ini, tidak pernah sama dari tahun ke tahun dan diberi semacam masa “kedaluwarsa” oleh pihak pemerintahnya. Jika setelah diteliti, desainnya dianggap tidak cukup baik untuk bayi, anjuran pemakaiannya akan ditinjau kembali bahkan kalau perlu dihapuskan. Pada tahun 1997, umpamanya, desain baby walker pernah diubah menjadi lebih besar dari ukuran sebelumnya dengan maksud agar benda itu tidak bisa menerobos pintu rumah

    Sayang, ukuran yang diubah tersebut tetap tidak dapat mencegah terjadinya kecelakaan lain. Oleh karena alasan inilah akhirnya produksi baby walker di negeri Paman Sam tersebut dihentikan. “Sementara desain baby walker yang beredar di Indonesia merupakan desain kuno yang sebenarnya sudah ditinggalkan di negara asalnya,” ujar Karel. Akhirnya, kecelakaan pada bayi yang sudah dialami beberapa tahun lalu di Amerika Serikat sampai kini masih terjadi di Indonesia.

    TERKESAN PRAKTIS

    Lalu kenapa dong alat bantu jalan ini tetap diminati? Menurut Karel karena baby walker secara sekilas terkesan praktis. Si kecil tinggal dimasukkan ke dalamnya, lalu ia pun bisa berjalan ke sana kemari dengan leluasa. Bagi bayi berusia 7-12 bulan yang sedang tidak bisa diam dan tengah melatih kemampuannya berjalan, baby walker merupakan penyelamat tenaga orang tua. Bukankah dengan begitu orang tua jadi tak perlu capek-capek menatih si kecil?

    Apalagi di balik bahaya tersembunyi yang ada, baby walker tampak sebagai benda yang bermanfaat. Ketika bayi duduk atau berdiri dalam baby walker-nya, ia bisa menggerakkan kaki-kakinya dengan lincah. Jadilah orang tua berpikir, “Ah, kaki anakku jadi terlatih untuk bergerak. Ini kan baik untuk persiapan fase berjalannya!” Namun, alasan penggunaan baby walker yang paling utama biasanya berkaitan dengan upaya mengatasi keinginannya bergerak ke sana kemari. Dengan bisa bergerak leluasa ia menjadi lebih tenang dan tidak bosan. Sementara bagi orang tua, ketenangan si bayi memberi kesempatan kepadanya untuk mengurus berbagai pekerjaan rumah tangga tanpa harus mendampingi si kecil setiap saat.

    RIBUAN KASUS

    Kenyataannya, menurut penelitian di Amerika Serikat sekitar 14.000 kasus bayi masuk rumah sakit diakibatkan oleh kecelakaan saat menggunakan baby walker. Antara lain karena si kecil suka bereksplorasi ke setiap sudut rumah, komposisi roda yang tidak mendukung keamanan, komposisi rangka kurang kokoh, dan bentuknya yang membuat anak rentan jatuh.

    Namanya juga bayi, tentu saja ia belum bisa mengenal situasi lingkungan; belum bisa membedakan mana permukaan curam atau landai, tangga atau lantai, benda berbahaya atau aman. Inilah beberapa kecelakaan yang sering terjadi akibat penggunaan baby walker:

    *

    Menggelinding di tangga
    *

    kecelakaan ini kemungkinan besar mengakibatkan patah tulang dan luka serius pada kepala.
    *

    Terkena benda panas
    *

    ketika duduk dalam baby walker anak jadi bisa meraih benda-benda yang dapat membahayakan dirinya. Contohnya secangkir kopi panas di atas meja.
    *

    Tenggelam
    *

    tanpa disadari anak meluncur (dengan menggunakan baby walker-nya) ke dalam kolam renang, bath tub, atau toilet lalu tercemplung.
    *

    Meraih obyek berbahaya
    *

    dengan baby walker, anak lebih mudah meraih obyek berbahaya seperti gunting, pisau, atau garpu yang tergeletak di atas meja misalnya.
    *

    Terjepit
    *

    ketika melewati permukaan yang bercelah, kaki bayi bisa terjepit dan terkilir. Tangannya juga bisa saja terjepit saat meraih celah daun pintu.

    Yang mengejutkan, penelitian menyatakan bahwa mayoritas kecelakaan baby walker terjadi ketika orang tua atau pengasuh sedang mengawasi anaknya. Mengapa demikian? Karena kita seringkali kalah cepat dengan kecepatan bayi dalam baby walker yang dapat meluncur lebih dari 1 meter dalam 1 detik. Untuk itulah baby walker sama sekali tidak aman untuk digunakan, meskipun di bawah pengawasan orang dewasa.

    MENYEBABKAN KELAINAN KAKI

    Karel masih menambahkan soal penggunaan baby walker yang dari sisi medis pun tidak cukup bermanfaat, malah cenderung merugikan. Soalnya, aktivitas motorik yang terjadi pada saat anak menggunakan baby walker hanya melibatkan sebagian serabut motorik otot saja, yaitu otot-otot betis. Padahal untuk bisa berjalan dengan lancar dan benar, fungsi otot paha dan otot pinggul juga perlu dilatih.

    Kemampuan berjalan, lanjut Karel, merupakan salah satu keterampilan motorik kasar (gerakan yang dihasilkan oleh koordinasi otot-otot besar), yang umumnya harus sudah bisa dilakukan anak 1 tahun dengan toleransi waktu 3 bulan. Bila proses pelatihannya tidak benar maka akan membuat anak justru jadi lambat berjalan. Sebaliknya, semakin intensif dan tepat stimulasi fisiknya maka perkembangannya pun semakin pesat. Bila dibarengi dengan asupan gizi yang seimbang, mungkin saja di usia 9-10 bulan bayi sudah bisa berjalan.

    Jadi manfaat pemakaian baby walker tidak cukup membantu anak latihan berjalan. Di tempat berbeda Dra. Jacinta F. Rini, M.Si., dari e-psikologi. com, menambahkan, secara psikologis penggunaan baby walker memang tidak menguntungkan, “Secara psikologis baby walker akan membuat anak malas untuk belajar berjalan sendiri karena anak sudah keburu merasa enak bisa bergerak ke mana pun tanpa harus susah payah menjejakkan kakinya.”

    Penggunaan baby walker bahkan dicurigai bisa mengakibatkan kelainan kaki pada anak. Memang belum ada penelitian yang menunjang. Namun, kenyataan bahwa bayi duduk sambil mengangkang dalam baby walker­nya diduga bisa menyebabkan kelainan tulang paha. Nah, berdasarkan pemahaman inilah, banyak ahli menduga penggunaan baby walker dapat menyebabkan anak berjalan seperti bebek alias agak mengangkang.

    Terbiasa berjalan dengan baby walker juga bisa menimbulkan kelemahan otot-otot tungkai. Ketika diajarkan berjalan anak cenderung jatuh yang akhirnya sering membuatnya trauma dan tidak mau mencoba melakukannya lagi sehingga kemampuan berjalannya pun menjadi lebih lambat.

    ALAMI LEBIH BAIK

    Jadi menurut Karel, tinggalkan baby walker. Juga, ketimbang mencari-cari alternatif alat bantu jalan lainnya, ia lebih menyarankan agar si kecil diajak berenang, karena dengan begitu semua otot tubuhnya bergerak, dari otot kaki, lengan, dan leher. Kalaupun tidak, cara melatih anak berjalan yang terbaik adalah yang alami. “Sangat baik anak belajar berjalan secara alami karena dapat melatih 100 persen serabut motorik otot. Mulai otot betis, paha, maupun pinggul. Bila keseluruhan serabut otot dilatih maka anak bisa berjalan dengan lebih baik. Jadi secara medis lebih menguntungkan kalau kita pakai cara alami daripada cara penunjang.” Meskipun si kecil harus jatuh bangun, anggaplah hal ini sebagai pelajaran dari pengalamannya sendiri.

    Yang patut dicermati, sebaiknya latihan berjalan dilakukan dengan bertelanjang kaki. Cara ini akan melatih jari-jari kakinya agar lebih terkoordinasi. Tentu, lantainya pun harus bersih dari partikel atau benda yang dapat melukainya. Juga hindari lantai yang terlalu licin karena bisa membuatnya terpeleset yang mungkin saja membuat anak trauma dan takut dilatih berjalan.

    TAHAP PERKEMBANGAN KEMAMPUAN FISIK ANAK

    S udah seharusnya, orang tua mengetahui tahap demi tahap proses perkembangan kemampuan fisik anak sehingga bila terjadi keterlambatan pertumbuhan kita bisa segera mendeteksinya. Berikut, perkembangan motorik kasar anak secara garis besar:

    0 – 1,5 bulan: Sudah bisa mengangkat kepala sekitar 45 derajat.

    1,5 – 3,5 bulan: Kemampuan mengangkat kepalanya meningkat sampai 90 derajat. Kemudian bila bayi didudukkan dengan disandarkan ke tubuh kita maka kepalanya harus sudah bisa tegak.

    3,5 – 4,5 bulan: Sudah bisa mengangkat dadanya bila diposisikan tengkurap. Bayi pun sudah bisa melakukan tengkurap sendiri dan membolak-balik tubuhnya.

    5 bulan: Bayi sudah dapat duduk dengan hanya ditopang punggungnya.

    6 – 8 bulan: Sudah dapat duduk sendiri tanpa bantuan. Di usia ini pun kebanyakan bayi sudah mulai belajar merangkak. Namun, merangkak bukan merupakan tonggak perkembangan utama. Bila bayi tidak merangkak maka bukan suatu kelainan karena beberapa bayi yang tidak melaluinya terbukti mengalami perkembangan motorik yang normal.

    7,5 – 10 bulan: Bayi sudah mulai berusaha belajar berdiri dengan berpegangan pada tepi meja atau kursi. Beberapa anak ada yang sudah mulai belajar berjalan dengan cara merambat maupun berjalan beberapa langkah.

    12 – 15 bulan: Anak sudah bisa berjalan tanpa harus berpegangan

    • mendingan jangan beli deh.serem.tadinya saya mau beli, tp kakak ipar ngelarang.karena masih penasaran saya browsing sendiri di internet.apa yang di bilang kakak iparku ternyata benar.baby walker bahaya,memang repot ngurus bayi mulai umur 5 bln, tapi harus tetep sabar.toh sebentar lagi juga bisa jalan sendiri

    • ARTIKEL TAHAP PERKEMBANGAN KEMAMPUAN FISIK ANAK ini, info ny bagus bnget…! Awalny sya ingin membelikan Almira BBwalker,,baca artikel ini ,jd tau,, ngg aman pke bbwalker!mkaseh,, ;)

  15. Masih bingung mau beli ato tidak ya?

  16. Ponakan saya sering menggunakan babay walker- 11 bulan sudah bisa jalan- kata kakak saya sih karena pake babywalker. Mungkin…

    Kalaupun mau beli…saya sarankan pilih yang rodanya banyak dan ringan. Karena ada juga yang agak kesat dan berat- kasian anaknya…

    Anak saya pake babywalker- tapi gak lama dia bosan sendiri dan kalau didudukkan disitu berontak mau ke luar- he. Akhirnya tak terpakai lagi… Awalnya menguntungkan juga- lumayan dia bisa anteng duduk dan saya bisa memasak atau mengerjakan pekerjaan rumah lainnya ( yah kira kira umur 4 bulanan lah, pas sudah 8 bulan gak mau lagi dia).

  17. Jd bingung mau beli baby walker pa ga?alasanx anak q alfa dah 6 bulan..n dia super aktif..kayakx mesti survei lg,cari2 model yg tepat bwt dia,biar bs duduk anteng,he2

  18. heran saya info bahaya baby walker sudah cukup jelas dengan rekomendasi para ahli dan info hasil penelitian, tp masih ada saja orangtua yang sudah membaca artikel ini & saya yakin mereka juga membaca artikel lainnya masih PLINPLAN untuk menentukan sikap

  19. Hi All ..

    Alat yang satu ini very recomended banget , buat bayi yang baru belajar jalan,
    dengan penggunaan MOONWALK yang teratur sehari 3 jam ..
    di jamin sangat membantu , terutama untuk bayi yang malas untuk berdiri padahal usia bayi sudah 9 bulan , sudah banyak yang pake alat ini
    monggo di pesan , harga murah aja cuma 65 ribu doank , belum ongkir ya
    bila berminat , bisa PM atau sms/telpon dengan MIRA – 021 96636085 untuk quick respond… bisa juga ke FB ku ya mira3ra@yahoo.com

    thanks

    mira

    detail info
    Moon Walk adalah alat bantu anak yang sedang belajar berjalan. Sangat berguna dan praktis karena saat sang anak belajar berjalan dengan moon walk ini, posisi ibu tidak perlu membungkuk sehingga tidak mengalami keluhan sakit punggung. bayi pun gerakkannya tidak di batasi , tangannya pun bebas bergerak serta sangat aman karena ada safety lock yang bisa disesuaikan dengan posisi dan tinggi anak.

    Kategori umur : 6 – 14 bulan
    Dimensi maks: 26 “x 12″ (66 x 31cm, panjang dan lebar dapat diatur).
    Bahan : spon, dan katun berkualitas yang lembut.

    * Untuk anak dengan berat maksimum 35 Kg.
    * Sesuaikan ukuran dengan kondisi bayi.
    * Pastikan kunci sudah terpasang dengan baik.
    * Moonwalk harus digunakan dengan kehadiran orang dewasa

  20. bener2 jd takut nggunain baby walker utk nesha..pdhl udah beli..baru ajja…
    T.T

    *jual lg laku g ya?? Hehe….

  21. G segitu parahnya lah, kita semua 4 bersaudara, wkt kecil belajar jalanny ¥å pake baby walker… And terbukti fine” aja, skrg pun kita uda berkeluarga kaki kita smua baik” aja. Kata mama sy sih Чǝлб penting adjust ketinggianny harus pas dgn saat baby menginjak lantai. N Чǝлб penting babywalkernya harus kuat,supaya posisi n ketinggiannya tdk berubah walaupun si baby geraknya luar biasa aktif, Чǝлб terakhir neh, kita juga harus mengawasi anak kita n mengamankan benda” disekitar Чǝлб berbahaya :), semua tergantung parents juga lah, jgn šα♏þз anak jadi korban kelengahan kita

  22. Kalau aku lbh memilih cara alami, alias titah… jauh lbh aman dan anakku jadi ada interaksi dgn orang yang titah. Apalagi anakku tipe yang gak bisa diem dan maunya coba2, aku gak berani membiarkan dia meluncur bebas dgn baby walker dan nanti tangannya nyamber benda2 berbahaya disekitar. Aku takut hilang kewaspadaan, apalagi sekarang ada blackberry dan tv kabel, haduuuuuh tambah menurun deh tingkat kewaspadaan kita kepada anak.

  23. Ya udah beli tuh buat thira tp jarang dipake sih …….

  24. thanks for sharing, ada rencana mau beli, tetapi kalau akanmencelekakan anak, mebding tidak usah beli,
    thank you sista

  25. informasi yang baguuuuuuuuuuuuuuussss bgt…jd tambah yakin untuk ga beli baby walker…^_^

  26. bunda…. artikelnya kok mirip dengan artikel yang disini yah ?
    anakku.net/bolehkah-menggunakan-baby-walker

  27. memang praktis menggunakan baby walker, tapi resikonya besar&berbahaya…lebih baik menghindari resiko tersebut..

  28. Anak saya Orlando sudah menggunakan baby walker dari umur 4 bulan. hasil yg saya dapatkan dari menggunakan baby walker tidak seburuk yg digambarkan oleh artikel2. 1. baby walker berbahaya untuk bayi, bada dasarnya semua benda sifatnya berbahaya untuk bayi, jangankan baby walker, bahkan boneka atau mainan bayipun memiliki resiko yg dapat membahayakan bagi bayi. Tetapi jika kita sebagai ortu selalu paranoid ttg hal tsb kapan kita akan memberi waktu pd anak kita untk belajar. Ya, anggap saja baby walker berbahaya krn dpt menyebabkan kecelakaan… tetapi saat kita sebagai orang dewasa dpt memperkecil kemungkinan buruk terjadi, lalu apa salahnya. 2. baby walker dapat membuat kaki anak bengkok, sama halnya seperti mitos kalau bayi tidak dibedong kakinya akan letter O makan fakta baby walker mengakibatkan kaki anak bengkokpun msh dipertanyakan kebenarannya. Saya dan adik saya sewaktu kecil diberi baby walker dan tidak ada satupun dari kami mengalami cacat pada bentuk kaki. 3 baby walker membuat sistem motorik anak terganggu. Orang tua memegang peranan penting saat anak belajar perkembangan sistem motoriknya, jika baby walker dapat menghambat sistem motorik anak lalu bagai mana dg anak yg tidak memakai baby walker tetapi orang tua jg tdk sadar akan pentingnya melatih sistem motorik anak? semua hal dpt diseimbangkan, baby walker dan melatih sistem motorik anak dpt dijadikan sbg kegiatan yg seimbang. 4. baby walker membuat anak jadi malas berjalan, jika anak anda selalu berada di baby walker dan tidak pernah atau jarang di beri kesempatan belajar jalan itu namanya bukan baby walker yg penyebab anak lambat belajar jalan. Baby walker hanyalah media untuk menyemangati anak untuk bergerak, selebihnya orang tualah yg memberikan arahan kepada anak bagai mana cara berjalan.

    Bagi para orang tua, setiap anak adalah unik. kenali anak anda dg sangat baik, kenali kebutuhannya dan jangan terlalu mudah takut untuk melakukan hal-hal yg menurut anda benar dan baik untuk anak.

    • Anakku udah 3 dan semua pake baby walker, dan ternyata baik” aja smp sekarang. kakinya jg ga bengkok. klo menurutku tergantung dari bagaimana kita menjaga anak kita.
      dan pakailah baby walker yg kuat, sehingga dpt menyeimbangi gerakan baby kita.
      thanks….

  29. Halooo,,bundaaa,,,,
    Ikut nimbrung yaa,,,
    Artikelnya agak lebay tuh,,,, kecelakaan krn si Ibunya aja yg teledor ngejagain baby na.
    Maaf ya,,aku sekarang sdh 25 thn ,, kk ku ada 2 dan adikku ada 3 lg,, dan kami semuanya pake baby walker,,gak ada tuh yg jatoh atau pun kaki bengkok ataupun bengkak,malah adikku jadi model dan pramugari sekarang.
    Jadi kita para ibu diHARUS kan menjaga anak kita dengan sebaik2nya,,klu soal baby mintalah pendapat dari banyak org,jgn cuma dari artikel aja.
    Thanx

  30. bingung………..beli gak ya??????????

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: